Anak-anak kalian mungkin penasaran dengan adanya pendapat bahwa manusia adalah hasil evolusi kera. Benarkah demikian?kalian tentunya akan berpikir bahwa nenek moyang kita adalah kera.benarkah?banyak kajian pendapat yang tentunya menentang teori evolusi tersebut. Lalu,bagaimana dengan nenek moyang kita?simak video berikut ya
bagaimana pendapat kalian setelah menyimak video di atas?
Ada beberapa pendapat mengenai asal usul nenek moyang Indonesia,diantaranya
Teori Geldern,yang menyatakan bahwa nenek moyang Indonesia berasal Austronesia dari Yunnan cina selatan ke Asia Tenggara khususnya Indonesia dengan memakai jenis perahu bercadik yang terkenal pada masa ini. Pada masa ini diduga telah tumbuh perdagangan dengan jalan tukar menukar barang (barter) yang diperlukan. Dalam hal ini sebagai alat berhubungan diperlukan adanya bahasa. Para ahli sejarah berpendapat bahwa cikal bakal bahasa Indonesia pada masa ini adalah Melayu Polinesia.mereka membawa hasil kebudayaannya yaitu kapak persegi.
 Teori Mandaline Coloni
Menurut Mandaline Coloni, sebelum nenek moyang bangsa Indonesia datang, di wilayah Indonesia sudah berrpenghuni suku nagrito dan suku weddoit. Kedua suku ini berasal dari Tonkin yang menyebar ke Indonesia dan pulau-pulau di wilayah Pasifik. Pada saat nenek moyang bangsa Indonesia datang, suku nagrito sudah punah. Namun suku weddoit masih ada, diantaranya suku Sakai di Siak, suku Kubu di Jambi, dan suku Kubu di Palembang.
Teori H.Kern
H. Kern meninjau dari segi bahasa, Beberapa bahasa dibandingkan dengan pengelompokkan. Tetapi di kepulauan yang tersebar di wilayah yang tersebut di atas ada satu bahasa rumpun, yaitu bahasa Austronesia. Dasarnya sama dengan pemakaian bahasa tetap di kepulauan dan bahasa di Asia daratan. Berdasarkan bahasa petunjuk itu berasal bahasa itu harus dicari di Selat Malaka di pantai bagian selatan Asia, yaitu Indonesia.
Teori muh.yamin
Beberapa bahasa dibandingkan dengan pengelompokkan. Tetapi di kepulauan yang tersebar di wilayah yang tersebut di atas ada satu bahasa rumpun, yaitu bahasa Austronesia. Dasarnya sama dengan pemakaian bahasa tetap di kepulauan dan bahasa di Asia daratan. Berdasarkan bahasa petunjuk itu berasal bahasa itu harus dicari di Selat Malaka di pantai bagian selatan Asia, yaitu Indonesia.
Teori Moh. Ali
Nenek moyang bangsa Indoensia berasal dari daerah Yunan. Pendapat Moh. Ali dipengaruhi oleh pendapat Mens yang menganggap bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat, yang memaksa mereka bermigrasi ke Selatan.

Teori Prof. Dr. Sangkot Marzuki
Teorinya berpendapat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memiliki asal usul dan keterkaitan dengan Austronesia dataran Sunda. Pernyataan tersebut menentang teori dari Van Heine Geldern yang menyebutkan nenek moyang Indonesia berasal dari Yunan.
Berdasarkan keterkaitan dengan sejarah
Kesimpulannya melihat dari sebagian besar pendapat,nenek moyang Indonesia berasal dari yunan cina selatan yang berasal dari sub rumpun ras Austronesia, dengan membawa hasil kebudayaaan neolithikum seperti kapak persegi dan kapak lonjong. Proses kedatangan nenek oyang Indonesia di bagi dalam dua gelombang yaitu
Bangsa melayu tua (proto melayu)
Bangsa proto melalyu datang sekitar 1500SM,datang melalui dua jalur yaitu
1.      Jalur barat/selatan  dari Yunan-Malaka-Sumatra-Jawa-Kalimantan ( Yuni Makan Sup Jahe Kalimantan) membawa kebudayan neolithikum berupa kapak persegi.
Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku Batak , Nias(Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak (Kalimantan), dan Suku Sasak (Lombok). SUKU




  
2.      Jalur timur/utara yaitu Yunan Jepang-filifina-sulawesi utara-papua (Yuni Jalan-jalan ke Filifina Sama Papa) mereka membawa kebudayaan berupa kapak lonjong.
 Keturunan jalur ini adalah suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Papua (Irian), Suku Ambon, Ternate, Tidore (Maluku). 




Bangsa deutro melayu (melayu muda)
Bangsa ini datang sekitar 500SM.mereka datang melalui jalur barat dan membawa kebudayaan dongson (peralatan logam). Suku bangsa yang masih keturunan dari melayu muda adalah suku jawa,bali,Madura,dan banjar

Manusia pra aksara
Meganthropus Palaeojavanicus
Pithecantropus Erectus

Homo

Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala
• Bertulang pipi tebal
• Tidak berdagu
• Gigi dan rahang besar dan kuat


Tinggi tubuhnya sekitar 165-180 cm
• Berbadan tegap
• Hidung lebar dan tidak berdagu
• Volume otak antara 750cc-1300cc

Gambar 1.2. Jalur perserbaran kebudayaan neolithikum ke Indonesia (Sumber: wordpress.com)
Tinggi tubuh sekitar 130-210 cm
• Otot kenyal, gigi dan rahang sudah menyusut
• Sudah berdagu
• Volume otak 1000 cc-1300cc


Peta penemuan manusia purba di indonesia




Perkembangan praaksara berdasarkan hasil kebudayaan
Indikator
Paleolithikum
 ( masa berburu dan meramu)
Mesolithikum (masa berburu dan meramu tingkat lanjut)
Neolithikum (masa bercocok tanam)
Megalithikum

 (masa perundagian)
Kondisi alat-alat yang digunakan
kasar
Mulai diperhalus
Sudah diperhalus
Sudah diperhalus bahkan diperindah
Kondisi tempat tinggal
Nomaden
Biasanya memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air
Mulai menetap
Kebutuhan akan tempat tinggal di gua-gua alam dan tidak jauh dari sumber air,ada juga yang bermukim di tepi pantai dan daerah pedalaman
Sudah menetap (sedenter)
Menetap dan membentuk perkampungan
Mata pencaharian dan kehidupan sosial
Berburu dan meramu (food gathering)
Menggantungkan hidupnya pada alam
Mengenal kehidupan berkelompok sangat erat
Memilih pemimpin yang dihormati dan ditaati
Mulai mengenal pembagian kerja yaitu laki-laki berburu sedangkan wanita bertugas meramu dan merawat anak
Mulai bercocok tanam
Sudah mengenal gotong royong
Sudah bercocok tanam
Komunikasi antar angggota kelompok sangat erat
Tiap kelompok memiliki seorang pemimpin yang dipatuhi
 Sudah mengenal irigasi
Cocok tanam tingkat lanjut
System gotong royong sangat menonjol
Mengenal ilmu pengetahuan seperti ilmu perbintangan arah angin dan pranata
Perdagangan antar pulau sudah maju
Hasil budaya
Kapak genggam,chopper,alat serpih (flakes)
Kjokken modinger,abris saus rosche
Kapak lonjong,kapak persegi
dolmen,menhir,waruga, punden berundak,
sarcopagus
Manusia pendukung
Pithecanthropus,megantropus, homo soloensis,homo wajakensis,homo sapiens
Polinesia-papua
Proto melayu dan deutro melayu
Austronesia mongoloid
Contoh hasil kebudayaan praaksara
Zaman batu
Zaman logam
·         kapak perimbas (chooper), karena tidak memakai tangkai maka disebut Kapak Genggam
·         alat Serpih (flake). Alat Serpih ini digunakan untuk menguliti binatang buruan, mengiris daging dan memotong ubi-ubian (seperti pisau pada masa sekarang).
·         Abris Sous Roche
Hasil penemuan kedua dari kebudayaan Mesolotikum adalah "abris sous roche" adalah gua yang dipakai sebagai tempat tinggal manusia praaksara.

·         "kyokkenmoddinger". (kyokken = dapur, modding = sampah, jadi kyokkenmoddinger artinya sampah dapur. bukit-bukit kerang dan siput tersebut adalah bekas sisa-sisa makanan dari masyarakat yang hidup di tepi pantai
·         kapak genggam (chooper) yang diberi nama pebble (kapak Sumatra)
·         kapak pendek (hanche courte)
·         kapak persegi itu berasal dari von Heine Geldern, berdasarkan kepada penampang alang alat-alatnya, yang berupa persegi panjang atau juga berbentuk trapesium. Kapak persegi kebanyakan terbuat dari batu api yang keras atau chalsedon, bentuknya persegi panjang atau trapezium
·         kapak lonjong di dasarkan atas penampang alangnya yang berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya bulat telur. Ujungnya yang runcing untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah hingga tajam
·         MENHIR: Tugu yg terbuat dari batu besar untuk memuja arwah nenek moyang. Selain itu juga merupakan lambang/ simbol kesuburan. Biasanya didirikan secara berkelompok atau tunggal. Bangunan ini ditemukan di Sumatera, Sulawesi Tengah & Kalimantan.

·         DOLMEN: Meja batu untuk meletakan sesaji yang akan dipersembahkan kepada leluhur. Ditemukan di Sumatera Barat & Sumbawa.

·         KUBURAN BATU: Tempat menyimpan mayat / peti jenazah yg terdiri dari lempengan batu pipih. Ditemukan di Kuningan (Jawa Barat)

·         WARUGA : Kubur batu / peti jenazah yg berbentuk kubus. Ditemukan di Sulawesi Tengah & Utara.
·         SARKOFAGUS: Kubur batu / peti jenazah yg berbentuk lesung dan terbuat dari batu utuh (tunggal) Ditemukan di Bali & Jawa Timur

·         ARCA: Patung yg mengambarkan manusia atau binatang. Arca berfungsi sebagai penghormatan kepada tokoh/ yang disukai Arca Zaman megalitikum ditemukan di Lamung, Jawa Tengah & Jawa Timur.

·         PUNDEN BERUNDAK: Batuan yg disusun berundakundak merupakan bangunan suci tempat

·         Manik dan perhiasan


·         kapak corong & candrasa, keduanya merupakan alat yang sering digunakan sebagai tanda kebesaran atau alat upacara saja

·         Nekara, juga memiliki fungsi sebagai alat upacara. Nekara memiliki berbagai macam tipe. Nekara adalah gendering besar yang terbuat dari perunggu berpinggang di bagian tengahnya. Nekara banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, pulau Rote, pulau Selayar dan Kepualauan Kei. Yang berbentuk lebih kecil disebut Moko, banyak ditemukan di alor dan digunakan sebagai mas kawin.
·         Bejana Perunggu digunakan sebagai tempat Air
·         Gerabah Di zaman bercocok tanam, manusia sudah dapat membuat bendabenda dari tanah liat yang dibakar yang disebut tembikar atau gerabah. Hanya pembuatannya sangat sederhana. Gerabah hanya dibuat dengan tangan tanpa bantuan roda pemutar seperti sekarang

Pusat kebudayaan zaman batu
Kebudayaan Paleolitikum di Indonesia ditemukan di daerah Pacitan dan Ngandong, maka sering disebut Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong.
Alat-alat kebudayaan Pacitan ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1935. Di daerah Pacitan Jawa Timur banyak ditemukan situs peninggalan alat-alat dari batu yang masih sangat kasar. Alat-alat tersebut berbentuk kapak, yakni kapak perimbas (chooper), karena tidak memakai tangkai maka disebut Kapak Genggam.
Alat budaya Pacitan diperkirakan dari lapisan pleistosen tengah (lapisan Trinil); sedangkan pendukung kebudayaan tersebut ialah Pithecantropus Erectus. Kapak Genggam selain ditemukan di Pacitan, juga ditemukan di Sukabumi dan Ciamis (Jawa Barat), Parigi dan Gombong (Jawa Tengah), Bengkulu dan Lahat (Sumatra Selatan), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), dan Cabenge (Sulawesi Selatan), Flores, dan Timor. Selain Kapak Genggam, juga dikenal jenis lain, yakni alat Serpih (flake). Alat Serpih ini digunakan untuk menguliti binatang buruan, mengiris daging dan memotong ubi-ubian (seperti pisau pada masa sekarang).
Alat ini banyak ditemukan di Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, dan Timor Kebudayaan Ngandong Di sekitar daerah Ngandong dan Sidorejo (dekat Ngawi, Madiun, Jawa Timur) didapatkan banyak alat-alat dari tulang di samping kapak-kapak genggam dari batu.

Pusat kebudayaan zaman logam
Kepandaian membuat logam diperoleh ketika nenek moyang kita menerima pengaruh dari kebudayaan Donson (Vietnam). Kebudayaan perunggu menyebar ke Nusantara, sekitar tahun 500 SM.

oke anak-anak bagaimana materi yang sudah kalian pahami,mudah bukan?untuk mengetahui kalian paham materi diatas yuk kita coba dengan evaluasi


kalian juga bisa mengikuti kuis interaktif,coba kuis quizziz dibawah ini ya,dengan kode 9928393,,goodluck ya